Home » » Bidang Pengasuhan

Bidang Pengasuhan

Written By admin on Thursday, June 28, 2012 | 8:48 AM

Bidang Pengasuhan Pondok Pesantren Mawaridussalam

Filosofi kepengasuhan seharusnya adalah asah, asih, dan asuh. Untuk sampai pada tahap kesadaran “sal dhamiraka”yang berarti “tanyakan kepada hati nuranimu”, anak harus diasah dan dilatih ketanggapannya terhadap dirinya sebagai individu kehidupan sosial dan lingkungannya.

Proses pengasahan atau pelatihan harus berlandaskan asih yaitu kasih sayang supaya anak tumbuh menjadi individu individu yang mandiri dan percaya diri untuk mengeksplorasi potensi menjadi prestasi.

Disiplin dibuat sebagai bahan latihan atau sarana pembentukan watak maka, pelaksanaannya semestinya dengan diasuh yaitu dibina, diarahkan dan disadarkan hingga tumbuh rasa tanggung jawab.

Pengasuhan dan Character Building Santri

Pendidikan yang hanya menitik beratkan pada aspek kognitif (kecerdasan) akan menghasilkan generasi yang gersang dan hampa value, sehingga ketahanan life skill generasi tersebut menjadi lemah dan cenderung pragmatis, dengan kata lain, dia akan cenderung melakukan apa yang menguntungkan dirinya saja meskipun melanggar nilai. Hal ini akan membentuk opportunity character yang membentuk mental oportunis dan hipokrit, yang selalu melihat kehidupan dengan untung rugi.

Pondok Pesantren dengan segala kurikulum dan kegiatannya lebih menekankan pada penanaman dan pembiasaan nilai-nilai, seperti keikhlasan, kejujuran, mandiri, keteladanan dan seterusnya yang disebut dengan character building (pembangunan karakter). Dengan pembiasaan ini, akhirnya melahirkan watak yang kuat dan mendarah daging, sehingga menjadi attitude keseharian.

Bidang Pengasuhan di Ponpes Mawaridussalam menjadi garda terdepan dalam mengemban tanggung jawab dalam proses character building ini. Maka bidang ini harus terus menerus meng-up grade dan di-up grade, supaya terhindar dari kesalahan proses dalam pembentukan watak santri.

Anak harus diberi kepercayaan supaya tumbuh menjadi individu yang percaya diri. Anak harus diberi tanggung jawab supaya tumbuh menjadi dewasa. Anak harus dilatih memimpin supaya berlatih jadi panutan. Langkah-langkah di atas merupakan beberapa contoh langkah dari pembentukan watak dan pembangunan karakter.

Untuk membentuk anak patuh disiplin misalnya anak harus dipaksa biasa dahulu lewat pembiasaan, akhirnya anak menjadi terbiasa. Jika sudah terbiasa, maka disiplin menjadi bagian dari hidupnya. Itulah yang disebut watak atau karakter.

Tidak boleh ada toleransi berlebihan, sehingga anak tumbuh dan terbiasa menuntut pengecualian, tetapi sebaliknya memperlakukan disiplin dengan kekerasan dan pendekatan hukuman (punishment) tanpa ada keteladanan akan menciptakan individual-individual dengan kepribadian terbelah (split personality), dia tampak patuh saat diawasi tetapi selalu ada dorongan dari bawah sadarnya untuk melanggar saat ada kesempatan.

”Al–Insan ibnu bîatihi wa ‘awâidihi”

Arti leterlek dari filosofi ini adalah manusia adalah anak (produk) dari lingkungan dan kebiasaannya”. Artinya, baik buruknya watak dan karakter manusia itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pembiasaannya sejak usia dini. Dalam pepatah Arab disebutkan wa yansyau al-fityân fînâ kamâ ‘awwadahu abûhu, ‘seorang anak akan tumbuh menjadi seperti yang telah dibiasakan orang tuanya sejak kecil’.

Menyadari hal di atas, maka tugas pendidikan -apalagi pondok pesantren- adalah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Dari lingkungan yang di dalamnya berlangsung pembiasaan–pembiasaan yang positif, maka akan muncul anak-anak dengan pola pikir yang positif juga. Demikian sebaliknya, jika berlangsung pembiasaan-pembiasaan negatif, maka anak juga terbiasa untuk berfikir negatif. Oleh sebab itu, memasuki tahun kedua ini, ada beberapa langkah yang telah dilakukan Bidang Pengasuhan sebagai langkah konkret dalam pembentukan watak dan pembangunan karakter santri, yaitu:

a. Memberikan kesempatan anak untuk memperbaiki diri

Bagi santri yang melanggar role atau disiplin yang telah disepakati, diberi peringatan pertama sampai dengan ketiga, bahkan ada peringatan terakhir keempat bagi orang tua pelanggar dengan harapan terjadi perbaikan dan kesadaran. Langkah ini banyak ditafsirkan salah oleh beberapa pihak, sehingga disikapi negatif. Realitanya adalah ada santri dan wali santri yang meremehkan, menganggap Bidang Pengasuhan lemah dan memanfaatkan kelemahan tersebut. Padahal pengasuhan ingin menyentuh hati nurani dengan logika kemanusiaan, sehingga kesadaran yang timbul merupakan kesadaran dari dalam yang abadi.

b. Menghapus praktek daftar hitam

Berbuat kesalahan adalah proses menuju kebaikan. Berangkat dari pola fikir anak di atas, anak yang salah adalah anak yang melanggar, atau bahkan anak yang selalu tidak mampu mematuhi disiplin. Anak yang demikian semestinya ditolong untuk menjadi baik. Maka praktek black list akan membuat anak-anak nakal sulit diubah perlakuannya. Karena dalam banyak hal akan muncul perasaan under estimate, sehingga akan sulit disentuh perasaannya.

Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, yang sering berlaku di lembaga pendidikan lain, Bidang Pengasuhan sejak awal meniadakan mindstream negatif yang disebut dengan black list, dengan melihat anak sisi positif dan perkembangannya ke depan. Kalau dulu dicap anak nakal, sekarang kita coba disatu asramakan, atau disatu kamarkan kemudian kita tambahkan dua atau tiga anak patuh dan proses selanjutnya diasuh dan dibina untuk jadi anak yang taat. Dengan cara semacam ini, ternyata lebih banyak menuai hasil yang jauh positif dalam mengubah prilaku anak-anak yang bermasalah.

c. Memberi kesempatan menjadi pengurus

Motto “Siap memimpin dan mau dipimpin“ dipahami bahwa setiap anak harus dilatih menjadi anggota yang baik, sehingga ketika menjadi pengurus, dia akan menjadi pengurus yang baik. Praktek ini dijalankan kepada semua santri kelas atas yang difungsikan menjadi pengurus sebagai ajang latihan kepemimpinan. Ternyata praktek ini membuat anak merasa dihargai sehingga menopang ketaatannya dalam berdisiplin.

d. Menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi pengurus

Hal terpenting dari seorang pengurus adalah tumbuhnya rasa tanggung jawab. Karena dari pribadi yang bertanggung jawab akan timbul keteladanan yang merupakan metode tiada duanya dalam pembentukan karakter.

Menyadari hal di atas, Bidang Pengasuhan sering memberikan penugasan berupa pengawasan, pengawalan disiplin dan bahkan problem solving atas problematika santri, sehingga pengurus mampu mengadakan terobosan cerdas dan bertanggung jawab.

Kendala-kendala yang terjadi di lapangan

Betapa pun baiknya program yang telah dilakukan bagi anak, jika tidak diikuti dengan pengawasan melekat (waskat) yang terus menerus, kita tidak selalu bersama mereka, atau dengan istilah lain tidak selalu bersama kegiatan, kita tidak selalu bersama keluhan mereka, pengawasan kita selalu bersifat sporadis, maka hasilnya juga tidak semaksimal yang kita harapkan

Di bawah ini kami lampirkan beberapa kasus yang membutuhkan pengawasan:


No
Kasus
Penaggulangan
1
Keluar kampus tanpa izin
Absensi
2
Merokok
Pengawasan, pengarahan, pembinaan, penugasan, dan pemanggilan orang tua/wali
3
Berkelahi
4
Membawa alat elektronik, HP
5
Membongkar kotak
6
Mencuri
7
Membuang barang orang lain

Tabel di atas adalah sebatas kasus yang dilakukan oleh sebagian kecil dari seluruh santri. Tetapi tetap saja harus menjadi perhatian khusus karena dia akan mengganggu proses pembentukan watak dan karakter, karena sûu al-khuluq yu’dî, prilaku yang tidak baik akan menular dan mempengaruhi yang lain.

Secara umum, permasalahan kehidupan di pondok pesantren hampir sama. Dengan sistem asrama 24 jam, bisa saja terjadi kejenuhan, persaingan, kenakalan-kenakalan usia remaja, keisengan yang tidak bertanggung jawab hingga mencoba-coba melanggar disiplin dan sebagainya. Yang membedakan Ponpes Mawaridussalam dalam hal dengan ponpes atau lembaga lainnya adalah pengawalan disiplin dan penyelesaian setiap masalah secara cepat dan tepat, sehingga tidak melahirkan bias-bias yang lebih negatif.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Mawaridussalam-id - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger